Amstidam Coffee Open for Business

Amstidam Coffee Open for Business

Selamat siang para penikmat kopi dan aspiring business leaders. Postingan ini merupakan bagian kedua dari postingan saya sebelumnya mengenai mengapa saya memulai usaha dari nol walaupun sebelumnya sudah memilki perkerjaan yang mapan di negeri orang.

Jika anda ingin membaca bagian 1, silahkan klik disini

Memulai usaha itu gampang- gampang susah ;), hehehe.

Dari sisi hukum untuk suatu usaha bisa berdiri dengan solid dibutuhkan payung hukum yang mengayominya, untuk itu didirikanlah CV Pemenang Sejati. Nama yang dipilih cukup unik karena tujuan utama kita agar para customer kita dapat mudah mengingat kita. Kenapa CV bukan PT?  karena alasan lebih murah saja dan kemudian hari apabila usaha dirasa sudah sukses saya dapat istilahnya meng-upgrade badan usahanya menjadi PT.

Untuk merek produk kami pilih ‘Amstirdam(Ampel Gading, Sumber Manjing, Tirtoyudo, Dampit)’ karena saya selalu merasa bahwa produk ini adalah hasil dari para petani kopi di 4 kecamatan penghasil kopi di kabupaten Malang sebelah Selatan. Untuk merek kita juga daftarkan melalui Dirjen Hak Kekayaan Intelektual (HKI), dan untuk mendapatkan merek dibutuhkan waktu sekitar 2 tahun.

Dari sisi produk, satu hal yang saya benar- benar pelajari sewaktu menjadi employeee/ karyawan di perusahaan multinasional adalah apabila mereka ingin meluncurkan produk, mereka selalu memulai dengan

“Minimum Viable Product” atau disingkat dengan nama MVP (The Lean Startup) 

Atau terjemahan dalam bahasa Indonesianya yaitu buatlah suatu produk yang paling ngga mirip dengan apa yang anda impikan. Dan untuk membuat MVP ini jangan habiskan waktu terlalu lama yang penting cukup sederhana dan langsung di tes di target konsumer kita. Berhubung produk saya merupakan kopi, untuk mengetes saya dapat langsung menawarkan ke tetangga- tetangga saya untuk mendapatkan feedback apakah citarasa dan aroma seperti ini dapat di terima dipasaran.

Apabila jawabannya adalah iya, maka anda sudah dijalur yang benar dan untuk lebih memastikan kembali, anda bisa mengetes kembali produk ini di teman- teman anda atau siapa saja yang merupakan target market anda. Dan sesudah itu bisa dilanjutkan dengan produksi dengan jumlah yang bisa untuk dijual.

Apabila jawabannya tidak maka anda belum membuang waktu dan biaya yang cukup besar untuk suatu produk yang belum tentu bisa diterima dipasaran. Disini anda bisa memutuskan untuk stop dan mencari produk lain, atau ‘pivot’ atau bahasa umumnya modifikasi produk anda sampai akhirnya bisa diterima dipasaran.

Untuk Kopi Luwak Amstirdam, jawaban yang diterima adalah iya, jadinya kita go ahead dengan design dan jumlah produksi yang kita inginkan.

Dalam edisi selanjutnya saya akan posting mengenai strategi pemasaran yang kami pilih untuk memasarkan produk ini

bersambung