Proses Pembuatan Kopi Luwak

Kopi Luwak ( Luwak Cofee ) Luwak Kopi

 

Apa sih yang sebenarnya terjadi didalam perut luwak?

Kopi luwak ! Kenapa ya yang murni rasanya berbeda dari kopi-kopi biasanya, dan pada umumnya rasa pahitnya jauh lebih rendah dari pada kopi-kopi lainnya sehingga terkadang kita tidak perlu menambahkan gula sama sekali? Hari ini saya ingin menjawab pertanyaan ini dengan menjelaskan secara detail proses yang sebenarnya terjadi didalam perut luwak.

Menurut riset salah satu universitas di Canada, proses kopi dalam perut luwak setelah buah kopi yang telah matang dimakan oleh binatang luwak (Paradoxurus hermaphrodites), biji kopi yang masih memiliki kulit tanduk dan sebagian dari daging buah kopi turun kedalam usus Luwak. Didalam usus Luwak terdapat enzim proteolytic yang bertugas untuk memecahkan protein yang terdapat dalam sisa-sisa makanan yang ditelan luwak termasuk biji kopi diatas. Enzim ini akan mencerna sisa dari buah kopi yang masih menempel dengan kulit tanduk kopi, namun biji kopi yang masih dilindungi oleh kulit tanduknya tidak akan tercerna (tetap utuh) dan setelah beberapa jam akan dikeluarkan sebagai kotoran / feces.

Hasil dari proses ini adalah peptic dan asam amino bebas. Protein dipercaya sangat berpengaruh terhadap citarasa dan aroma kopi yang akan dihasilkan, oleh karena itu proses inilah yang dipercaya menyebabkan kopi luwak memiliki citarasa dan aroma yang khas serta tingkat kepahitan yang jauh lebih rendah dari pada kopi-kopi lainnya.

Citarasa dan aroma kopi luwak juga terpengaruh dari cara kita me-roast / sangrai kopi luwak, apabila kopi luwak diroast terlalu gelap, maka citarasa dan aroma yang unik dari kopi luwak dapat hilang dikarenakan oleh proses karamelisasi yang berlebihan sehingga menyebabkan kopi luwak terasa seperti kopi biasa lainnya dan memiliki rasa pahit yang lebih.

Setelah melalui proses cupping yang cukup panjang bersama dengan beberapa ahli kopi, kami memilih light – medium roast untuk kopi luwak Amstirdam agar dapat menonjolkan citarasa dan aroma khas dari kopi luwak murni yang dihasilkan dari 4 kecamatan penghasil kopi di kota Malang.

Semoga artikel ini dapat menjawab rasa penasaran anda, dan like our facebook page (@Amstirdam Coffee) untuk berkesempatan memenangkan kopi luwak Amstirdam setiap minggunya.

Salam Amstirdam!