Petani kopi Malang, khususnya Malang Selatan mengajak kopi luwak Amstirdam kerjasama meningkatkan mutu, kualitas kopi Malang, baik kopi luwak dan kopi biasa.

Petani Kopi Malang, Tirtoyudo

Kabupaten Malang memiliki potensi pertanian dengan iklim yang sejuk. Daerah timur dan utara banyak dimanfaatkan untuk perkebunan apel. Daerah pegunungan di sebelah barat banyak ditanami sayuran dan menjadi salah satu penghasil sayuran utama di Jawa Timur. Daerah selatan banyak ditanami tebu dan hortikultura, seperti salak dan semangka.

Selain perkebunan teh, Kabupaten Malang juga punya potensi untuk perkebunanan kopi, dan cokelat (daerah pegunungan Kecamatan Tirtoyudo, Dampit, Sumbermanjing, juga Ampelgading).

Perkebunan kopi di Kab. Malang sudah ada dan dikenal sejak zaman kolonial, seiring waktu kualitas kopi Malang terus meningkat dengan meningkatkan teknik menanam juga pemeliharaan yang benar. Total luas areal sekitar 20 ribu hektar, dengan perkiraan produksi tahunan 12 ribu ton, serta produktivitas 6 kwintal per hektar.

Dari segi kualitas juga karakter kopi, Malang tidak kalah dengan daerah-daerah lain yang menghasilkan kopi, contohnya; Dampit yang sudah dikenal sampai mancanegara.

Beberapa kelompok tani dari Kab. Malang selatan seperti Ampel Gading, Sumbermanjing, Tirtoyudo dan juga Dampit mengajak kami (Amstirdam) untuk bekerja sama dalam meningkatkan mutu kopi Malang.

Amstirdam Coffee membantu petani menyalurkan kopi Malang ke konsumen langsung dalam berbagai jenis. Selain menghasilkan biji kopi biasa, Amstirdam dan juga petani mencoba mengembangkan kopi luwak yang sudah ada untuk diolah menjadi kopi luwak kualitas premium, ini sangat membantu para petani kopi dan membuat kerja petani tidak lagi monoton dalam menghasilkan biji-biji kopi.

Semoga dengan kerjasama ini isa membuat para petani kopi di Kabupaten Malang lebih sejahtera.