Luwak Coffee Syphon

kopi luwak syphon v2

Eksperimen Coffee Syphon Versi dua kali ini hampir semua sama dengan yang minggu lalu. TAPI,, bedanya pada waktu ekstraksi kopi.

Minggu kemarin saya sempat membahas coffee syphon dengan waktu ekstraksi kurang lebih 40 detik, kenapa harus 40 detik? Kenapa juga tidak kurang atau lebih dari 40 detik?!

Pada eksperimen minggu yang lalu (lihat disini) dengan waktu 40 detik citarasa yang diciptakan adalah sweet mild.

Pada eksperimen kopi kali ini saya ingin menambahkan waktu ekstraksi menjadi kurang lebih 60 detik dan bagaimana rasanya?

Biji Kopi Luwak

Biji kopi saya gunakan adalah Kopi Luwak Amstirdam yang baru di sangrai dua hari yang lalu (waktu paling ideal adalah lima hari setelah disangrai, tapi tidak ada salahnya kita coba saja..!).

Eksperimen Kopi

Siapkan 20 grm kopi luwak biji yang selanjutnya di giling (usahakan digiling sebelum diseduh), juga siapkan syphon-nya yang telah diisi air panas (hari ini saya siapkan untuk dua cangkir).

kopi luwak syphon takaran dua gelas

Nyalakan saja pemanas dan tunggu sampai air mendidih dalam chamber bawah syphon.

Jangan lupa temperaturnya jika air sudah naik ke chamber atas coffee syphon, karena ini sangat penting, kurang dari 60 derajat hasil yang didapat tidak maksimal.

kopi luwak syphon, temperatur air, chamber syphon

Tuangkan kopi ke chamber atas yang sudah terisi air panas yang naik dari chamber bawah coffee syphon. Aduk secara vertikal agar tidak terjadi tekanan kurang lebih 8 kali (8 detik).

kopi luwak, syphon, bubuk, kopi

Sekarang diamkan saja selama 52  detik (pada eksperimen sebelumnya kurang lebih 32 detik).

kopi luwak, syphon, ekstraksi kopi

Jika sudah 60 detik kurang lebih (total), pemanas kita matikan, dan aduk 3 kali saja, ini membantu tekanan air ke chamber bawah coffee syphon.

kopi luwak syphon, pemanas, chamber syphon

Tunggu sampai air kopi tersaring ka chamber bawah.

kopi luwak, syphon kopi, chamber bawah

Saatnya kita sajikan ke dalam cangkir dan tunggu beberapa menit sebelum siap dinikmati.

kopi luwak syphon, chamber syphon

 

kopi luwak, syphon, sajikan, coffee syphon

 

Kesimpulan Singkat Coffee Syphon

Saya memberikan kesimpulan singkat saja.

Harapan saya sebelumnya adalah kopi ter-over ekstraksi sehingga terasa gosong dimulut, Ternyata rasanya luar biasa…!

Pernahkah Anda membayangkan di waktu hujan mulai turun dan sedikit demi sedikit tanah mulai basah dan mengeluarkan aroma yang begitu hangat, begitu juga halnya dengan hasil eksperimen kopi hari ini, aroma yang sama tercium ditambah dengan wangi gula merah (gula aren) yang begitu kuat, segar, gurih, sedap, begitu menggugah.

Rasa yang dibangkitkan juga tidak kalah dengan eksperimen sebelumnya, rasanya sweet… (manis), aroma gula merah yang gurih terbawa sampai ke dalam mulut, saat di cecap terasa manis ditambahkan dengan body yang lebih kecil dari eksperimen kopi sebelumnya. “Sambil ngetik artikel ini, saya masih merasakan sensasi manis gurih dilidah saya”.

After taste-nya begitu lama terasa di mulut bahkan beberapa menit setelahnya masih terasa aroma gurih gula aren.

Sesaat setelah kopi dingin, di coba lagi. masih gurih, sedap tapi sedikit rasa asam muncul saat dicecap.

Menurut saya, enaknya disajikan hangat ditambah pisang goreng hangat juga di sebelahnya.!