Kopi Arabika Bali Kintamani disajikan sebagai cappucino freshly roasted 2 hari yang lalu

Kopi Arabika Bali Kintamani disajikan sebagai cappucino freshly roasted 2 hari yang lalu

Akhir pekan adalah hari yang paling dinanti- nanti untuk melepas penat setelah bekerja seminggu penuh. Untuk melepas penat minggu ini saya memilih Kopi Arabika Bali Kintamani yang di roast pada tanggal 13 Feb yang lalu ( sekitar 2 hari fresh menggunakan roast profile yang sedikit berbeda dari sebelumnya) dan disajikan sebagai cappucino menggunakan skim milk. Kopi ini di roast agak dark untuk memunculkan sensasi coklat.

Seperti biasanya, saya siapkan 14 gram biji kopi, lalu saya tuangkan kedalam hopper grinder, lalu proses dose-tamp dan brew dimulai. Dry aroma untuk biji Biji Kopi Arabika Bali Kintamani ini manis seperti karamel, dan setelah tuas mesin espresso diangkat, kopi mulai keluar dari portafilter seperti madu dan setelah terkumpul sekitar 30ml dalam 30 detik. Setelah itu karena penasaran dengan aromanya, cangkir saya angkat dan saya dekatkan ke hidung saya,  aroma yang saya dapat cium adalah fruity dan dark chocolate. Setelah itu saya stretch dan panaskan susunya untuk selanjutnya digabungkan ke espresso yang telah dibuat sebelumnya.

Aroma fruity dan dark chocolate masih tercium, lalu saya coba minum, dan rasa yang dapat saya rasakan adalah dark chocolate, fruity yang  kurang bisa saya deskripsikan (hampir seperti buah fig) dengan body atau kekentalan yang tebal dan tingkat keasaman yang rendah. Setelah beberapa saat masih dapat saya rasakan sensasi chocolate-nya. Mungkin kalau mau dideskripsikan secara general, rasanya lebih ke juice buah di campur dengan coklat. Kopi Arabica Bali Kintamani ini sering hit and miss dalam artian rasa yang didapat dari hasil roast jarang bisa konsisten seperti ini setiap kali panen.

Anyway selamat berakhir pekan dan salam Amstirdam

Apabila tertarik mencoba Kopi Arabika Bali Kintamani  dapat dibeli disini