papua 200116Selamat sore para penikmat kopi Nusantara. Sore ini dalam coffee journey yang ke 89, saya akan mencoba menyajikan cappuccino menggunakan kopi yang cukup terkenal dari sebelah Timur Indonesia yaitu kopi arabika Papua Baliem (lebih dikenal secara umum sebagai Wamena). Kopi ini merupakan bibit typica dan hasil dari panen tahun 2015 kemarin yang diproses basah. Kopi kami roast ditingkat kematangan medium atau city+ sekitar 5 hari yang lalu, dan tercium cukup harum sewaktu keluar dari roaster.

Langsung saja ke proses pembuatannya. Pertama saya timbang 20 gram biji kopi ini, kemudian saya masukkan kedalam hopper dari grinder EK43 yang tingkat kehalusan nya telah di set sebelum eksperimen ini untuk dapat menghasilkan espresso yang manis dan pas. Sewaktu biji kopi digiling, tercium aroma caramel yang benar benar dominan. Selanjutnya proses dose- tamp dan brew. Sekitar 7 detik setelah mesin espresso dihidupkan, espresso terlihat mulai menetes dan terlihat kental sekali. Setelah diperoleh sekitar 25 ml, tuas mesin espresso saya matikan dan susu mulai saya stretch dan panaskan. Setelah susu siap, susu saya tuangkan kedalam cangkir yang telah terisi espresso sebelumnya dan cappuccino saya ready untuk sore ini.

Dari segi aroma dan citarasa, aroma karamel tercium dominan dan sewaktu kopi diminum terasa creamy sekali dengan sensasi rasa coklat, acidity yang sudah hilang karena tercampur susu dan diakhiri dengan sensasi rasa karamel plus rasa manis yang tertinggal cukup lama didalam rongga mulut. Menurut saya kopi ini pas sekali untuk dinikmati dengan susu, khusus nya pas waktu hujan seperti sekarang ini. Kopi Arabika Papua Wamena ini sudah cukup enak untuk dinikmati sebagai single origin namun tidak menutup kemungkinan untuk digunakan sebagai bagian dari blend yang lebih kompleks.

Anyway selamat melanjutkan aktifitas kembali dan salam Amstirdam :)

Apabila Anda tertarik mencoba Kopi Arabika Papua Baliem (Wamena), green bean dapat dibeli disini, dan roasted bean ataupun bubuk dapat dibeli disini