Kopi Arabika Bali Kintamani 7 hari post roast disajikan sebagai cappuccino

Kopi Arabika Bali Kintamani 7 hari post roast disajikan sebagai cappuccino

Selamat sore para penikmat kopi. 2 Hari belakangan ini kota Malang selalu diguyur hujan cukup lebat setiap sorenya. Untuk menemani saya melepas penat sore ini dalam coffee journey ke 22 ini saya akan menggunakan Kopi Arabika Bali Kintamani yang diroast 7 hari yang lalu di level city plus. Pada umumnya kopi mulai fully developed pada hari ke 7, jadi itu yang saya harap dapat saya rasakan sore ini. Kopi ini merupakan hasil panen tahun 2013 kemarin dan pada umumnya Kopi Arabika Bali Kintamani ini cocok- cocok an jadinya ada yang benar- benar suka dan juga ada yang ngga suka. Oh ya kopi masih tetap disajikan sebagai cappuccino untuk melatih latte art skill saya ;)

Seperti biasanya saya timbang sekitar 14 gram kopi, lalu mulai digiling ditingkat kehalusan yang sudah di test sebelumnya. Sewaktu digiling tercium aroma manis karamel dan sedikit fruity seperti kismis (agak pilek). Selanjutnya proses dose- tamp dan brew dimulai. Setelah tuas dari mesin espresso ditarik, sekitar 5-6 detik kemudian cairan kopi yang berwarna kecoklatan mulai turun dengan intensitas kental seperti madu. Sesudah terkumpul sekitar 30ml dalam 30 detik, tuas saya turunkan dan susu mulai saya stretch dan panaskan. Selanjutnya susu yang telah ready saya campurkan kedalam cangkir yang telah terisi espresso sebelumnya dan disinilah proses pembuatan latte art terjadi. Anyway cappucino saya sudah ready sore ini.

Dari hasil pengamatan saya (rada pilek juga hari ini), aroma karamel yang manis ditambahkan dengan aroma sedikit fruity, setelah diminum terasa kopi ini cukup syrupy dengan body yang medium, low acidity dan ada sensasi fruity dan chocolate setelah cup agak dingin. Kopi yang cukup nikmat dan spesial menurut saya.

Anyway selamat melanjutkan aktifitas kembali dan salam Amstirdam :)

Apabila tertarik mencoba Kopi Arabika Bali Kintamani  dapat dibeli disini