papua 170516Selamat sore para Penikmat kopi Nusantara dimanapun Anda berada. Sore ini dalam coffee journey yang ke 135, saya ingin mengajak Anda untuk membuat dan menikmati kopi arabika yang berasal dari sisi paling timur negara kita yaitu dari Papua Baliem. Kopi ini merupakan hasil panen tahun 2015 kemarin dan diproses basah. Kopi ini merupakan last batch kami untuk kopi arabika Papua Baliem yang kemudian akan digantikan dengan kopi arabika Papua Nabire untuk sementara sambil menunggu panen kopi Baliem kembali. Kopi Papua Baliem ini kami sangrai ditingkat kematangan medium menggunakan profile sangrai yang baru lebih agresif sehingga waktu roasting dipotong cukup pendek namun tidak mengabaikan proses yellow, maillard dan development yang kami rasa cukup berpengaruh. Sore ini kopi masih tetap saya sajikan sebagai cappuccino sekalian untuk latihan membuat latte art biar makin sempurna dan controllable.

Langsung saja ke proses pembuatannya. Pertama saya timbang 20 gram dari biji kopi ini kemudian saya masukkan kedalam hopper dari mesin penggiling yang tingkat kehalusannya telah di set sebelum eksperiment ini dimulai. Sewaktu biji kopi digiling tercium sekali aroma coklat yang lebih ke dark chocolate dengan sedikit aroma cinnamon yang terasa cukup tajam. Selanjutnya proses dose- tamp dan brew. Sekitar 8 detik setelah tuas dari mesin espresso dinyalakan, espresso yang berwarna coklat keemasan mulai menetes dan terlihat intensitasnya yang cukup kental hampir seperti madu. Setelah diperoleh 20 gram per cup, tuas saya matikan dan ristretto sebagai bahan dasar untuk cappuccino saya sore ini sudah ready. Selanjutnya susu mulai saya stretch dan panaskan kemudian setelah susu ready, saya tuangkan kedalam cangkir yang telah terisi ristretto sebelumnya dan cappuccino saya untuk sore ini sudah ready.

Nah sekarang kebagian yang terpenting. Aroma dan citarasa dark chocolate masih tercium namun tentu saja sudah berkurang karena sudah tercampur susu sehingga menimbulkan aroma caramel yang manis. Setelah kopi diminum, terasa sekali rasa coklat yang terasa cukup panjang dan diakhiri dengan rasa manis yang cukup gurih. Overall menurut saya ristretto mungkin masih bisa di improve lagi untuk men-stretch sweetness dari kopinya,sehingga cappuccino terasa lebih manis dan tentu saja kopi juga masih dalam masa resting, dan menurut saya idealnya dinikmati sekitar 14 hari sesudah roast khususnya untuk espresso based drinks.

Anyway selamat melanjutkan aktifitas Anda kembali dan salam Amstirdam :)

Apabila Anda tertarik mencoba Kopi Arabika Papua Baliem (Wamena), green bean dapat dibeli disini, dan roasted bean ataupun bubuk dapat dibeli disini